Engkau tahu jalan itu bukannya mudah,
Engkau takut, tersangat takut,
Tapi engkau gagahkan juga diri,
Melangkah dengan apa jua kekuatan yang ada,
Kerna engkau tahu,
Dia di sisi,
Dijatuh dan bangun engkau.
Aku.
Masih mencari hakikat tujuan hidup ini,
Masih mencari jalan mana yang harus kutuju,
Jalan gelap kucari cahaya,
Menanti sang mentari di ufuk timur.
Aku tahu jalan ini perlu ilmu,
Lalu ku gali.
Semakin ku cari, semakin dalam,
Semakin jua ku rasa,
"Ahhh bodohnya aku!"
Lalu pada siapa jari harus dituding?
Salah mak bapak aku kah?
Salah murabbi kah?
Atau salah nuqaba'?
Hampir dua dekad kau hirup udara ini,
Akal kau sudah pasti bisa memikir,
Jalan hidup kau memang sudah tertulis,
tapi tetap, engkau yang memilih.
Entahlah. sekarang suka betul mengekspresikan kata kata bukan dalam bentuk bebelan berjela. tadi browsing into old pictures. rindu. rindu momen kau, aku, dia. rindu momen kita...
dan ini kan dah masuk bulan November.
Hmm baru 2hb, tapi aku dah terasa macam macam perkara akan terjadi.
Selangkah meniti hari,
Usia yang makin meningkat,
menggapai usia belasan tahun terakhir kalinya,
yang kesembilanBELAS.
see? puisi lagi homaii -.- papepun, moga Allah permudahkan semuanya. Aminnn...
dan ini kan dah masuk bulan November.
Hmm baru 2hb, tapi aku dah terasa macam macam perkara akan terjadi.
Selangkah meniti hari,
Usia yang makin meningkat,
menggapai usia belasan tahun terakhir kalinya,
yang kesembilanBELAS.
see? puisi lagi homaii -.- papepun, moga Allah permudahkan semuanya. Aminnn...
No comments:
Post a Comment